Recap Day 5: “Kolaborasi Kreatif Panitia Bakti Desa 2024: Dari KBM, kesenian, Hingga Ramah Tamah dengan Warga dan Lingkungan"
Kegiatan para panitia
Bakti Desa 2024 pada hari Jumat, 02 Februari 2024 menjalani berbagai rangkaian
kegiatan yang beragam. Kegiatan-kegiatan tersebut diantaranya mengajar di SDN
Sawahdadap 01 dan 02 tepatnya di kelas 4, 5, dan 6, mengikuti senam yang
diadakan oleh Desa, membantu mendistribusikan bantuan sosail (BANSOS) untuk
masyarakat Sawahdadap, membersamai latihan alat musik tradisional, dan juga mengajar
ngaji di MDTA Nurul Huda.
Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) yang dilakukan oleh panitia di SDN Sawahdadap 01 dan 02 dimulai pada pukul 07.00 pagi. Sebelum belajar, para siswa dan siswi di SDN Sawahdadap 01 melakukan sholat dhuha terlebih dahulu yang dibersamai oleh para guru-guru maupun panitia yang mengajar. Salah satu panitia pengajar yaitu Naila dan Regita yang mengajar di SDN Sawahdadap 02 kelas 4 mengajar mata pelajaran PJOK dan Seni Rupa. Kesan mereka ketika membersamai pelajaran PJOK terasa seru karena berada di luar kelas tepatnya di lapang Tabora dan anak-anak kelas 4 pun aktif mengikuti pembelajaran PJOK. Selanjutnya mereka mengajar di kelas 5 bersama Regita yang masih berada di SD yang sama yaitu SD Sawahdadap 02, mereka mengajar mata pelajaran seni rupa dan materi yang mereka ajarkan yaitu mengenai wayang. Anak anak kelas 4 cukup tertib mengikuti pembelajaran walaupun terkadang masih ada siswa yang sulit diatur. Namun itu menjadi pengalaman ketika menghadapi banyaknya karakter anak yang berbeda di dalam satu kelas.
Para panitia di pagi hari mengikuti kegiatan senam yang diadakan oleh ibu-ibu Sawahdadap di gor Balai Desa. Panitia-panitia yang mengikuti senam sangat antusias dengan kegiatan tersebut karena mereka disambut meriah oleh ibu-ibu yang ada disana. Ibu-ibu yang melaksanakan senam pun tak kalah antusias karena banyaknya partisipan yang mengikuti senam. Mereka yang mengikuti senam menjalankan kegiatan sampai akhir dengan kesan yang gembira. Terdapat kesan dari salah satu partisipan yaitu Nailul tentang senam tadi pagi, “Senam tadi pagi tuh seru banget, kita tuh disambut gitu sama ibu-ibu disana. Terus kita ngerasa dirangkul buat ngejalanin senamnya jadi kita semua yang ada disana tuh ngerasa seneng, ikut heboh bareng ibu-ibu yang lain”.
Setelah melaksanakan senam, panitia membantu desa untuk mendistribusikan Bantuan Sosial (BANSOS) yang dilaksanakan di Gor Balai Desa. Panitia yang ada disana dibagi-bagi tugas, seperti pendataan warga yang akan mengantre bansos, memberikan barkode untuk mengkonfirmasi bansosnya, dan juga membantu mengangkat beras untuk dibagikan kepada warga. Ketika disana, panitia yang membantu cukup kewalahan dengan antusiasme warga yang menginginkan Bansos tersebut.
Pendidikan secara non
formal berbasis Islami yang dilakukan di MDTA Nurul Huda merupakan suatu
pendekatan pembelajaran yang holistik. Dimulai dengan kegiatan mengaji
bersama-sama, diikuti dengan penilaian individu terhadap kemampuan hafalan
surat-surat Al-Qur'an oleh setiap anak. Proses ini membantu mendukung
pengembangan keterampilan membaca dan menghafal ayat-ayat suci Al-Qur'an secara
efektif. Setelah itu, dilakukan pula tes hafalan sholat, di mana anak-anak
diberikan kesempatan untuk menunjukkan pemahaman dan keterampilan mereka dalam
menjalankan ibadah sholat. Pendidikan ini tidak hanya bertujuan untuk menguji
hafalan, tetapi juga untuk membentuk karakter Islami dan meningkatkan pemahaman
anak-anak terhadap praktik keagamaan sehari-hari. pendidikan non formal
berbasis Islami di MDTA Nurul Huda tidak hanya menekankan aspek akademis,
tetapi juga memperhatikan pembentukan pribadi yang berakhlak mulia sesuai
dengan ajaran Islam.
Sementara itu, sebagian panitia menggelar kembali acara ramah tamah yang melibatkan RW dan RT setempat. Acara ini bertujuan untuk menciptakan ruang akrab dan interaktif di antara tetangga sekitar, memperkenalkan kegiatan aksi lingkungan yang akan dilakukan dalam Bakti Desa 2024. Melalui pertemuan ini, respon dari salah satu RT yaitu RT 01 RW 10 yaitu mereka dengan senang hati memberikan dukungan untuk kegiatan angklung sendiri dan berusaha untuk semaksimal mungkin untuk berpartisipasi. Kami selaku panitia dan warga berharap dapat terjalin kolaborasi yang kuat dalam mewujudkan desa yang ramah lingkungan, di mana setiap warga berkontribusi secara bersama-sama untuk menjaga kelestarian alam dan menciptakan lingkungan yang sehat.
Komentar
Posting Komentar